Air Terjun Mangku Sakti dalam Catatan JEJAKLANGKAHKU.COM

Jejaklangkahku.com adalah sebuah blog yang salahsatunya menceritakan soal Lombok. Salahsatunya soal Air terjun mangku sakti. Blog ini berkiprah banget soal pengetahuan terkait Air Terjun Mangku Sakti. Air terjun mangku sakti terleta di desa sajang, penulis blog menceritakanya sangat detail.

Berikut catatan lengkapnya

Lokasi Air Terjun Mangku Sakti


Tahukah anda kalau di kaki Gunung Rinjani Lombok sebenarnya banyak sekali bertebaran air terjun nan indah ? Selain 2 (dua) spot wisata air terjun yang sangat terkenal saat ini yaitu Air Terjun Tiu Kelep dan Sendang Gile, maka diantara beberapa air terjun lainnya, terdapat 1 (satu) spot yang juga pasti bisa membuatmu betah mandi, bermain air ataupun sekedar menjelajah alam disekitarnya, yaitu Air Terjun Mangku Sakti yang tepatnya berlokasi di Desa Sajang, Kecamatan Sembalun, Lombok Timur.


Cerita Kunjungan ke Mangku Sakti. Sajang Sembalun


Saat berkunjung bulan Mei tahun lalu, keberadaan air terjun ini memang belum ramai diketahui khalayak umum khususnya wisatawan dari luar Lombok, termasuk saya. Hanya karena kebetulan pernah googgling dan melihat tampilan air terjun ini, membuat saya merasa wajib untuk mampir kala sudah berada di kaki Gunung Rinjani waktu itu.




Jadilah, perjalanan seharian di sekitar kaki Gunung Rinjani, setelah puas mengunjungi Air Terjun Sendang Gile, Tiu Kelep, Taman Nasional Gunung Rinjani, Desa Adat Suku Sasak Lombok hingga ke Masjid Kuno Bayan Beleq,  kamipun memutuskan untuk melewatkan malam hari dengan menginap di Desa Sembalun untuk kemudian pagi harinya melanjutkan perjalanan ke Air Terjun Mangku Sakti tersebut.





Rute Menuju Mangku Sakti, Sajang Sembalun


Nah kemana arah dan jalannya menuju ke Air Terjun Mangku Sakti dari lokasi penginapan kami di Desa Sembalun? Pastinya, saya gak tau ya gaes, karena ada guide yang merangkap sopir yang mengantar kami. Intinya, setelah berjalan kurang lebih setengah jam dari Desa Sembalun, maka tibalah kami di tepian jalan yang ada belokan jalan masuk ke arah air terjunnya.

Jadi patokannya adalah adanya palang kayu bertuliskan Air Terjun Mangku Sakti, lengkap dengan arah panahnya yang mengarahkan kita untuk belok masuk ke jalan yang lebih kecil dan tidak beraspal. Karena infonya memang tidak diperbolehkan mobil untuk masuk ke dalam.

Maka mobil kamipun parkir di tepi jalan masuk tersebut dan selanjutnya kamipun menemui pemuda-pemuda desa setempat yang memang merupakan pengurus desa dan merangkap guide yang bisa mengantarkan kita hingga sampai ke lokasi air terjunnya. Nama perkumpulan pemuda mereka adalah PAPAR (Pemuda Adat Peduli Alam Rinjani), lihat palang papan PAPAR di depan rumah pojokan jalan tersebut.

Medan Menuju Air Terjun Mangku Sakti


Setelah mendapatkan info sekilas tentang medan perjalanan menuju ke air terjunnya, maka berhubung mobil tidak diperbolehkan masuk, kamipun akhirnya menyewa ojek (sepeda motor) yang sudah dipersiapkan mereka. Oiya, sebagai catatan, meskipun kamu membawa sepeda motor sendiri, usahakan motornya bukan yang biasa ya gaes alias haruslah motor-motor yang memang khusus dipakai untuk medan jalan berbukit, berbatu-batu, berpasir, intinya bisa lincah di medan yang cukup berat deh.

Awalnya sempat mikir juga sih, koq mahal amat sewa motor ke dalam ya, saat itu sekitar Rp 50 rb untuk pengataran pulang pergi ke air terjun, sekaligus merangkap guide kami.

Tapi gue gak mikir lagi deh, secara medannya seperti itu, bayangkan saya jauh perjalanan sekitar 3 km (pp 6 km) hingga tiba di parkiran motor di tepian hutan dan kemudian harus melanjutkan perjalanan trekking jalan kaki lagi sejauh kurang lebih 500 m menuruni bukit dan memanjat bebatuan besar, hingga pada akhirnya bisa tiba di spot air terjunnya.

Jadi sebandinglah dengan biaya yang dikeluarkan, apalagi guide kami tersebut juga turut membantu membawa tas dan barang bawaanku, waaaa…enak deh jadinya gue naik motor dan jalan kaki bebas dari barang bawaan sehingga kedua tangan bisa leluasa memainkan kamera dan video, horeeeeyyy.


Setelah melewati medan perjalanan yang diawali dengan hamparan padang rumput, kemudian semakin jauh ke dalam jalannya pun semakin sempit dengan medan yang naik turun bukit serta jalanan yang berpasir dan berbatuan, akhirnya kami sampai di satu tempat parkir yang ada saungnya untuk berteduh. Di spot inilah kita bisa melihat papan nama Air

Terjun Mangku Sakti ini yang tersembunyi di antara pepohonan dan ternyata setelah saya perhatikan, tidak hanya Air Terjun Mangku Sakti yang ada di sekitar sini, melainkan ada beberapa air terjun kecil lainnya yang juga letaknya berdekatan dan bisa dijangkau dari titik ini.

Baca Juga : Catatan Duka Tokoh Pemuda Sembalun Soal Air Terjun Mangku Sakti


Setelah motor diparkir, kamipun mulai berjalan trekking memasuki hutan kecil dengan kondisi jalan relatif menuruni bukit, disisi kiri dan kanan jalan setapak tersebut dipenuhi pepohonan dan sesekali terdengar bunyi burung-burung serta binatang hutan lainnya.

Hmmm…udaranya sangat sejuk gaes, apalagi saat itu masih pagi hari sekitar jam 8 pagi, jadi memang enak sekali trekking di tempat ini, hingga akhirnya kami tiba di area yang berbatuan cukup besar dan disinilah diperlukan sedikit energi untuk dapat memanjat batu-batu besar.

Kesan Penulis terkait Mangku Saksi


Sesekali guide kamipun harus memanfaatkan tali dari ranting-ranting pohon untuk dapat menarik kami agar lebih mudah memanjat bebatuan besarnya….hiyaaaa…olahraga manjat nih jadinya, lumayan habis ini ngos-ngos’an dan bisa kurus deh ! Enjoy aja ya bro sis !
air terjun mangku sakti lombok 3


Dan finally, kamipun disajikan pemandangan sungai dengan bebatuan unik yang mengelilinginya, impas sudah semua kelelahan ini dan mari kita nikmati kesegaran air pegunungan di Mangku Sakti Waterfall !

Lengkap banget kan catatan jejaklangkahku, semoga terinspirasi. Semangat menulis. "Lombok Timur – Mei 2015, My Trip My Happiness,"tutupnya dalam catatan itu.




Post a Comment

0 Comments